C-17 mengambil bentuk nama yang sama dari dua pesawat angkut berat pendahulunya yaitu C-74 Globemaster dan C-124 Globemaster II.
C-17 Globemaster III adalah sebuah pesawat angkut militer yang dikembangkan oleh militer Amerika Serikat (USAF) bersama dengan Boeing Integrated Defense System, awal mula pengembangan dilakukan dari tahun 1980 sampai dengan awal 1990 bersama dengan McDonnell Douglas (sekarang McDonnel Douglas telah bergabung dengan Boeing) dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Udara Britania Raya dan Angkatan Udara Australia. Pesawat ini telah juga dipilih oleh Militer Kanada dan direncanakan untuk dikirim pada 2007.[3] NATO juga berencana untuk memesan pesawat angkut jenis ini. C-17 mengambil bentuk nama yang sama dari dua pesawat angkut berat pendahulunya yaitu C-74 Globemaster dan C-124 Globemaster II. Sigitndaru (bicara) 13 Juni 2012 01.43 (UTC)
| Tipe | Pesawat angkut |
| Produsen | McDonnell Douglas/Boeing |
| Terbang perdana | 15 September 1991 |
| Status | Aktif |
| Pengguna | Angkatan Udara Amerika Serikat Angkatan Udara Britania Raya Angkatan Udara Australia Angkatan Udara Kanada |
| Jumlah produksi | 158 2006[1] |
| Harga satuan | $202,3 juta (1998)[2] |
| Acuan dasar | McDonnell Douglas YC-15 |
Desain McDonnell Douglas memenuhi kebutuhan ini dan diterima pada Oktober 1980, tetapi akhirnya dibatalkan pada januari 1982 ketika AU US lebih memilih untuk meningkatkan kemampuan C-5B Galaxy dan KC-10 Extender. Setelah tahun itu, pengembangan C-17 kembali dilakukan dan berhasil membuat 210 contoh pesawat dengan bodi pesawat sirkular, sayap yang besar dan lereng kargo di bagian belakang. Purwarupa pesawat ini mulai terbang pada awal 1990an, tetapi harga produksi mulai meningkat tajam.
Walaupun produksi terlambat, harga produksi tinggi dan mismanagemen program, C-17 merupakan desain yang mengaplikasikan beberapa fitur canggih sehingga dianggap sangat mampu memenuhi keinginan AU. Dengan sebuah kargo berukuran 26,82m x 5,48m x 3,76m, pesawat mampu membawa sampai 18 "cargo pallets", 144 prajurit, 102 prajurit parasut, atau 48 "litters". Dengan kapasitas ini, C-17 mampu mengangkut hamper semua peralatan "mobile" tentara US termasuk tank perang utama M1 Abrams, M2/M3 Bradley, sampai 4 helikopter transport UH-60 Blackhawk atau sampai 2 helikopter serang AH-64 Apache. Sebagai tambahan, C-17 menggunakan "blown flaps", generator vortex dan "thrust reversers" (tenaga dorong kebalikan) untuk pendaratan jarak pendek. C-17 dapat beroperasi pada landasan sepanjang 915 m dengan lebar 27,5 m dan dapat bermanuver untuk membelok menggunakan "a three-point turn".
Walaupun sebenarnya AU AS mengharapkan untuk memperoleh 210 pesawat C-17, tetapi karena pengembangan yang terlambat dan tingginya biaya produksi, mereka memotong pesanan menjadi 120 saja. Namun demikian, pesawat ini sudah menunjukkan kegunaan dan fungsi pentingnya pada konflik Balkans, Afghanistan, dan Iraq, sehingga kongres AS menyetujui untuk menambah pesawat C-17 menjadi 190 pesawat. Walaupun Boeing sudah memperingatkan prnutupan produksi "multiple line", AU AS tetap menambah pesanan tiap tahun agar produksi tetap berjalan. C-17 juga membuat beberapa negara lain tertarik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar